Thursday, February 8, 2018

Enam Belas Bulan



enam belas bulan
ku hanya bisa terpejam

menatap malam
menggapai angan
memimpikan datangnya bulan

termenung
melamun
melambaikan tangan
memalingkan pikiran

hujan deras membasahi tanah
bersorak se isi dunia
mengabarkan pesan-pesan
pesan dari hati terdalam
untuk kekasih yg tak kunjung datang
mata pun terpejam
muka menjadi muram
merindukan hati yang telah lama hilang
senja berganti malam
perpisahan merubah kenyataan

kisah rindu belum terhenti
hingga hari-hari pun ikut sedih
ku berdoa keada pemilik Negri
agar dapat bertemu kembali
denganya yang telah mengisi hati
walau hanya sebatas senja menerangi
dan ku yakin tak kan berganti
meski jarak dan waktu saling menutupi
memisahkan hati yang melamun sendiri

enambelas bulan ku lalui
sebuah perjalanan yang belum bertepi
membasuh puing-puing yang lama terpejam
membersihkan garis-garis kehidupan
melaksanakan kewajiban
mentaati perintah atasan

empat februari empat belas
ku berdiri ditepi batas
batas hati yang tak terbatas
tak bersekat dan tak dapat kandas
pertemuan anak sungai yang menyatu
ku tak bisa menutupi wajah syahdu
lembutnya hatiku
angin yang merdu
aliran air yang tak berbatu
langit yang biru
hingga hatiku pun tersipu malu
melihat kau mengalir dihadapanku
melihat ikan melewati jemariku
melihat kebesaran Tuhan yang mengatur segalanya
pertemuan kita setelah sekian lama
dan semoga engkau menjadi yang termulia
dan InsyaAllah kita telah digariskan untuk bertatap muka
diruang yang sama dan mungkin untuk selamanya

Rantau, Kalsel
090214

Jarwo #1





Image result for seseorang lukisan


Roda kereta kencana
Berkata-kata tentang dunia cinta
Dahaga sebagai anak kedua
Entah apa yang ada dipikiranya
Sabar dan sabar
Tidak dipagar
bukankah tak terbayar
Apa yang ternyata vulgar

Sudah satu masa
Kawan lama tak bercerita
Kisah perjaka
Atau kisah-kisah duda perkasa
dan Semua tau
Apa itu kangguru
loncat kesana denganmu
hingga loncat kesin
Bertemu dengannya
dalam sebuah kisah dan cerita


By: jarwo
190616

Saturday, May 6, 2017

Bidadari Kecil #1


https://pre00.deviantart.net/c0a3/th/pre/f/2011/348/e/c/little_angel_wallpaper_by_mkmars-d4j32n6.jpg


Kau bukanlah mawar merah yang berduri
Kau juga bukan putihnya melati
Tapi keharumanmu tak ‘kan hilang disini
Bersama bunga dan tiap angin surgawi
Diindahnya taman kehidupan duniawi
Tak ‘kan pernah lelah ‘tuk slalu menanti
Senyum manismu yang slalu dihati
Wahai bidadari kecilku yang slalu sendiri

Jika malam, bulan dan bintang datang menyapamu
Jangan takut dan ragu akan kedatanganya setiap waktu
Karena hadirnya bersama bunga-bunga mimpi dan cintaku
Tutuplah mata dan jangan teteskan air mata rindu
Panjatkan syukur dan doa atas semua karunia itu
Mimpi indah dan tersenyumlah bahagia dalam kalbu
Karena Tuhan dan malaikatNya slalu menjagamu
Bidadari kecil yang terlelap dalam tidur bertutup kelambu

Wahai bidadari kecilku yang slalu terlelap sendiri disana
Cepatlah besar dan dewasa
Seiring bertambahnya usia
Jadilah bidadari yang berbakti pada orang tua
Jadilah bidadari yang taat pada Agama
Jadilah bidadari yang berjuang untuk bangsa dan Negara
Jadilah bidadari yang hidup penuh dengan ketulusan cinta
Jadilah bidadari yang bermanfaat bagi semua
Dan tiada senjata yang ampuh dari pada Doa
Semoga Tuhan mengabulkanya


Jkt, 060509

Monday, January 2, 2017

Tolong Jaga Mata



 http://www.wikilinks.fr/wp-content/uploads/2015/05/Regard-Khawar-Naqvi.jpg
Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi kekasihnya hanya jika dia bisa melihat dunia.
Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta. Dia menolak untuk menikah dengannya.

Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk surat singkat kepada gadis itu, "Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hidup adalah anugerah
Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar -
Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu -
Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu -
Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu -
Ingatlah akan seseorang yang begitu mengaharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai -
Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh -
Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu -
Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain -
Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu -
Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.

Tuesday, October 11, 2016

Endoonesaah


Dalam sebuah pengajian di pondok pesantren magelang, seorang jama'ah bertanya pada kiai.

“Jika kita melihat negara lain di luar, kelihatannya lebih maju dan lebih makmur daripada kita. Padahal tidak ada ulama dan mereka tidak menerapkan islam dalam kesehariannya. Bagaimana pandangan pak kyai tentang hal ini?”

Pak kyai balik bertanya, “Contone negoro sing luwih maju seko awake dewe ki sing endi?”

“Amerika pak kyai”

“Amerika sing luwih maju opone?” Pak kyai balik bertanya,

“Contoh negara yang lebih maju dari negara kita itu negara yang mana?”

Jama’ah tadi menjawab, “Amerika pak kyai”

Pak kyai kembali menjawab, “Amerika yang lebih maju apanya?” Jama’ah pun tertawa semua.

Pak kyai melanjutkan, “Saya ceritain ya, di Amerika itu kelas professor saja handphone nya Nokia jadul. Di sini tukang batu dan pekerja kasar saja sudah punya smartphone. Saya tidak paham mengapa Amerika sampeyan bilang lebih maju, apanya yang lebih maju. Daya beli mereka rendah. Mereka gajinya besar tapi harga barangnya mahal. Di sini tidak punya gaji tetap saja berani nikah.

Indonesia daya belinya dahsyat. Kalo tidak percaya, coba ke Singapura. Kalau penjual toko tahu yang akan belanja itu orang Indonesia, harganya dinaikkan. Di Mekkah, di Vietnam, kita belanja pasti harganya dinaikkan, soalnya mereka menganggap semua orang Indonesia kaya. Amerika apanya yang lebih maju?

Di Jepang orang biasa tidak bisa beli sepeda motor. Di sini dengan modal duit 500 ribu saja, motor sudah diantar langsung sampai rumah. Di Jepang juga sulit mencari teman juga tetangga, apalagi warna kulit kita beda, lha di sini, asal kita masih hafal Pancasila, semua itu teman kita semua, semua itu saudara kita. Apanya yang lebih maju?

Di sini kita semua bisa nonton liga Inggris, liga Spanyol, liga Champion dengan bebas. Di Inggris kita harus bayar, malah ada yang harus inden tiga bulan hanya untuk nonton sepak bola. Seperti itu disebut lebih maju?

#islamsantun

Saturday, October 1, 2016

Tangisan Rasulullah Sepanjang Malam

Pernah suatu ketika Rasulullah Saw. menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam? Apakah istri? Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun?
Ternyata bukan karena hal-hal duniawi tersebut. Beliau menangisnya karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Quran Surah Al-Ma’idah [5] ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita Beliau shalat sambil menangis hingga waktu shubuh tiba. Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut.

“Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, “Ya Allah, umatku ... umatku ....”
Lalu beliau menangis tersedu-sedu.

Allah Ta’ala berkata kepada Malaikat Jibril, “Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad. Tuhanmu Maha Mengetahui. Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?”

Malaikat Jibril pun menemui Rasulullah Saw. untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis. Rasulullah Saw. berterus terang kepada Malaikat Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau.

Malaikat Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada Allah. Allah menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa Aku meridainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya.” (HR Muslim dan Ath-Thabari)

Rasulullah Saw. manusia mulia itu, laki-laki agung itu, menangis dalam shalatnya. Menangis memohon ampunan untuk umatnya, kita.

Maa Syaa Allah. Sungguh besar cinta Rasulullah Saw. pada kita. Bagaimana dengan kita? Menangiskah kita ketika mengingat Allah & RasulNya?.

#islamsantun

"Setinggi-tinggi tahu, sedalam-dalamnya tahu, seluas-luasnya tahu, belum tentu mengerti.
Setinggi-tinggi mengerti, sedalam-dalamnya mengerti, seluas-luasnya mengerti, belum tentu merasa." | Kalam 'Abah Anom' Al Fatihah.... #abahanom