Friday, September 16, 2016

Keindahan Wajah Baginda Rasulullah

Dijelaskan di dalam buku "Muhammad Insan Al Kamil" oleh Al allamah Al Musnid Al Habib Muhammad bin 'Alawy Al Maliki tentang perbedaan wajah nabiyullah Yusuf As dengan wajah Rosulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Sebagaimana dahulu di masa nabi Yusuf para wanita tergores jarinya karena indahnya wajah nabi Yusuf As, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

"Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada (keelokan rupanya) dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri, seraya berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, sungguh ini adalah malaikat yang sempurna" (QS. Yusuf : 31 )

Maka berkatalah As Syaikh Muhammad bin 'Alawy Al Maliki Ar menukil salah satu riwayat sahabat bahwa Allah tidak menampakkan keindahan wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam secara keseluruhan di muka bumi, hanya 1 keindahan dari 10 bagian yang diperlihatkan, jika seandainya yang 9 bagian itu ditampakkan juga maka orang-orang akan mengiris hatinya tanpa terasa karena indahnya wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,

Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad

Kelak wajah itu akan diperlihatkan di telaga Haudh.
Semoga kita diizinkan memandang wajah yang indah itu, Aamiin

#islamsantun

Istri taat kepada sang Suami

Dari hushoin bin mishhan ra, bahwa bibi (saudari ibunya) mengunjungi Rosulullah saw, lalu beliau saw bertanya kepadanya: "apakah engkau mempunyai suami?."


Bibi hushoin menjawab: "betul." 

Beliau saw bertanya lagi: "apa saja yang kau lakukan untuk suamimu?." 

Bibi hushoin menjawab: "aku melakukan apa saja untuknya kecuali hal-hal yang tidak mampu aku lakukan." 

Lalu beliau saw bersabda: "bagaimana yang engkau lakukan terhadapnya itulah surgamu atau nerakamu." (HR.Ahmad) 

Yang Rosulullah saw maksudkan adalah perhatikanlah ! bagaimana sikapmu terhadap suamimu, karena itu dapat menyebabkan masuk surga atau neraka. Pengertian hadits ini diperkuat oleh hadits berikut:
"Setiap perempuan yang meninggal dunia dan suaminya rido kepadanya, maka ia masuk surga." (HR.Ibnu majah)
Bukankah taat kepada suami bertujuan untuk kebahagiaan suami isteri?. Dengan mentaati suaminya, seorang isteri akan meraih rido allah, bahagia kehidupannya serta membahagiakan suami dan anak-anaknya, keluarga akan menikmati ketenangan, ketenteraman serta kebahagiaan dalam naungan cinta dan damai. Inilah bimbingan dan ajaran islam yang bijak dalam meraih kebahagiaan keluarga.

Silahkan like dan share, semoga bermanfaat.

Mendekatlah

Jika ingin mencari guru yang mursyid yang dapat membimbing perjalanan kerohanian dan memasuki makam tauhid: Bangunlah pada sepertiga malam, lakukan solat dua rakaat dan berdoalah seperti berikut :

"Ya Tuhanku... tunjukkanlah kepadaku hamba-hambaMu yang soleh. Tunjukkanlah kepadaku orang-orang yang mampu membimbingku kepada Engkau, yaitu orang-orang yang memberi makan kepadaku dengan makanan Engkau, yang memberi minum dengan minuman Engkau, memberi celak mata kedekatan ku dengan cahaya kedekatan Engkau dan memberi tahu kepada ku akan sesuatu yang sudah dilihatnya dengan nyata, bukan dengan sekadar taklid atau ikut-ikutan..."

"Ya Allah, tunjukkanlah aku kepada seorang hamba daripada hamba-hambaMu yang soleh untuk menyampaikan aku kepada keredhaanMu dan memperkenalkan aku jalan menuju keredhaan itu".

- Syeikh Abdul Qadir al-Jailani -

Diam dan Diam

Salah satu ciri wali abdal ialah ia diam, dan diam. Diam disini bukan berarti diam tanpa arti. Diam lisan adalah dia tidak membuang perkataan, tidak mengucapkan kata yang tidak perlu. Ia hanya akan berkata sesuatu yang bermanfaat, yang berguna baginya dan bagi yang mendengarnya. Bibirnya, lidahnya jika kalian amati hanya akan terdengar suara atau lafadz Allah, Allah, Allah Laa ilaa ha illallah atau sholawat kepada Nabi. Diamnya hati juga bukan tanpa isi. Diamnya hati seorang wali adalah diam dari mencari kesalahn orang lain, diamnya dari berburuk sangka kepada orang lain, diam dari menghayal, diam dari berhayal tentang duniawi.
#semoga kita dikarunia sifat-sifat awlia. aamiin ya robbal alamin.


#islamsantun

Tuesday, September 6, 2016

Merdekaaaaa !!!

Dulu, ketika Hari Jum'at 17 Agustus 1945 sebelum Sholat Jum'at, Habib Ali berjalan jalan dengan sang Putra yaitu Habib Muhammad.

Habib Ali sesekali memandang keatas langit sambil berkata: "Ya Waladi Muhammad!
sebentar lagi, Sebentar lagi Ya Waladi"

Habib Muhammad pun bertanya pada sang Ayah "Ya Abah apa maksudnya sebentar lagi ?"

Habib Ali menjawab sambil berlinang air mata
"Ya Muhammad sebentar lagi Negri ini bakal merdeka!. Bersyukurlah pada Alloh Taala. Alhamdulillah, sebentar lagi ya Waladi".

*Habib Ali adalah Ulama yang secara terang terangan mendukung kemerdekaan Indonesia terbukti di Kibarkannya bendera Merah Putih di Masjid dan Rumahnya, ketika Di tentukan Lambang Negara adalah Pancasila, Habib Ali memasang lambang tersebut di rumah yang tiada lain adalah Majelisnya di Kwitang Jakarta.

Merdekaaaa!! ©Antoe Dzibril