Showing posts with label Ilmu Agama. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Agama. Show all posts

Saturday, October 1, 2016

Tangisan Rasulullah Sepanjang Malam

Pernah suatu ketika Rasulullah Saw. menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam? Apakah istri? Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun?
Ternyata bukan karena hal-hal duniawi tersebut. Beliau menangisnya karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Quran Surah Al-Ma’idah [5] ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita Beliau shalat sambil menangis hingga waktu shubuh tiba. Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut.

“Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”

Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, “Ya Allah, umatku ... umatku ....”
Lalu beliau menangis tersedu-sedu.

Allah Ta’ala berkata kepada Malaikat Jibril, “Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad. Tuhanmu Maha Mengetahui. Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?”

Malaikat Jibril pun menemui Rasulullah Saw. untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis. Rasulullah Saw. berterus terang kepada Malaikat Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau.

Malaikat Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada Allah. Allah menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad. Katakan padanya bahwa Aku meridainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya.” (HR Muslim dan Ath-Thabari)

Rasulullah Saw. manusia mulia itu, laki-laki agung itu, menangis dalam shalatnya. Menangis memohon ampunan untuk umatnya, kita.

Maa Syaa Allah. Sungguh besar cinta Rasulullah Saw. pada kita. Bagaimana dengan kita? Menangiskah kita ketika mengingat Allah & RasulNya?.

#islamsantun

"Setinggi-tinggi tahu, sedalam-dalamnya tahu, seluas-luasnya tahu, belum tentu mengerti.
Setinggi-tinggi mengerti, sedalam-dalamnya mengerti, seluas-luasnya mengerti, belum tentu merasa." | Kalam 'Abah Anom' Al Fatihah.... #abahanom

Friday, September 16, 2016

Keindahan Wajah Baginda Rasulullah

Dijelaskan di dalam buku "Muhammad Insan Al Kamil" oleh Al allamah Al Musnid Al Habib Muhammad bin 'Alawy Al Maliki tentang perbedaan wajah nabiyullah Yusuf As dengan wajah Rosulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Sebagaimana dahulu di masa nabi Yusuf para wanita tergores jarinya karena indahnya wajah nabi Yusuf As, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

"Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya, mereka terpesona kepada (keelokan rupanya) dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri, seraya berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, sungguh ini adalah malaikat yang sempurna" (QS. Yusuf : 31 )

Maka berkatalah As Syaikh Muhammad bin 'Alawy Al Maliki Ar menukil salah satu riwayat sahabat bahwa Allah tidak menampakkan keindahan wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam secara keseluruhan di muka bumi, hanya 1 keindahan dari 10 bagian yang diperlihatkan, jika seandainya yang 9 bagian itu ditampakkan juga maka orang-orang akan mengiris hatinya tanpa terasa karena indahnya wajah sayyidina Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam,

Ya Allah Ya Allah Ya Allah
Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad

Kelak wajah itu akan diperlihatkan di telaga Haudh.
Semoga kita diizinkan memandang wajah yang indah itu, Aamiin

#islamsantun

Istri taat kepada sang Suami

Dari hushoin bin mishhan ra, bahwa bibi (saudari ibunya) mengunjungi Rosulullah saw, lalu beliau saw bertanya kepadanya: "apakah engkau mempunyai suami?."


Bibi hushoin menjawab: "betul." 

Beliau saw bertanya lagi: "apa saja yang kau lakukan untuk suamimu?." 

Bibi hushoin menjawab: "aku melakukan apa saja untuknya kecuali hal-hal yang tidak mampu aku lakukan." 

Lalu beliau saw bersabda: "bagaimana yang engkau lakukan terhadapnya itulah surgamu atau nerakamu." (HR.Ahmad) 

Yang Rosulullah saw maksudkan adalah perhatikanlah ! bagaimana sikapmu terhadap suamimu, karena itu dapat menyebabkan masuk surga atau neraka. Pengertian hadits ini diperkuat oleh hadits berikut:
"Setiap perempuan yang meninggal dunia dan suaminya rido kepadanya, maka ia masuk surga." (HR.Ibnu majah)
Bukankah taat kepada suami bertujuan untuk kebahagiaan suami isteri?. Dengan mentaati suaminya, seorang isteri akan meraih rido allah, bahagia kehidupannya serta membahagiakan suami dan anak-anaknya, keluarga akan menikmati ketenangan, ketenteraman serta kebahagiaan dalam naungan cinta dan damai. Inilah bimbingan dan ajaran islam yang bijak dalam meraih kebahagiaan keluarga.

Silahkan like dan share, semoga bermanfaat.